Lombok Timur merupakan salah satu wilayah yang ada di Pulau Lombok. Berpusat di Kota Selong, wilayah ini memiliki luas sekitar 1.605,55 km². Terdapat banyak objek wisata yang dapat ditemukan di wilayah ini, salah satunya adalah Pantai Pink, Tanjung Ringgit dan masih banyak lagi.
Akhir-akhir ini gue dan teman-teman kecil gue lagi hobi main ke pantai, so untuk kali ini gue akan memulai tulisan ini dengan bercerita tentang Trip gue ke Gili Petagan dan Gili Kapal yang bakalan bikin jatuh cinta dan ingin datang kembali. Untuk menuju ke tempat ini, kalian dapat menggunakan boat penumpang dari Pantai Gili Lampu yang jaraknya kurang lebih 3 jam dari kota Mataram atau 20 menit dari rumah gue,hahahahaha. Di tempat ini kalian bisa memilih destinasi lainnya selain Gili Kapal dan Petagan. Persatu lokasi atau Gili, dikenakan tarif Rp 250.000 untuk boat (max 10 penumpang) dan alat snorkling Rp 25.000/orang. Jika ingin mengunjungi gili lain, kaliana hanya cukup menambah Rp 75.000/gili. Dari Gili Lampu kalian akan membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit utuk tiba di lokasi. Di sini terdapat beberapa gili yang bisa kalian kunjungi yang jaraknya cukup dekat antara gili satu dengan gili lainnya.
1. Gili Petagan
2. Gili Kapal/Gili Pasir
Tidak jauh dari Gili Petagan, sekitar 5 menit menggunakan boat, ada sebuah daratan cantik lain yang dikenal dengan Gili Kapal atau Gili Pasir. Sebuah keindahan yang memanjakan mata, itulah kata yang pantas terucap saat pertama kali gue melihat hamparan pantai pasir putih tersebut. Tanpa ada satu pun bangunan dan tumbuhan yang menjulang berdiri di atasnya. Hanya hamparan pasir pusih yang kontras dengan air yang berwarna biru segar yang mengelilinginya.Mungkin itu alasan kenapa Gili Cantik ini di kenal juga dengan sebutan Gili Pasir. Saat itu sepi banget, hanya kami yang ada di sana, serasa private island (hahahahaha). Gili ini tidak cukup luas, sehingga dari ujung gue bisa melihat ujung yang lainnnya. Air di tempat ini benar-benar biru dan jernih, tidak ada karang, sehingga sangat memungkinkan untuk berenang dan bermain-main di sekitar pantai. seperti magnet, kami langsung meloncat dari boat dan langsung mengeksplore gili kecil tersebut. ada beberapa spot yang oke banget untuk berphoto, dan gue rasa Photo Prewedding di sini bakalan keren banget ( hhhhmmmmm).
Gili Pasir atau Gili Kapal ini akan muncul saat air laut sedang surut (menurut informasi yang gu terima) dan gue mungkin beruntung bisa datang disaat permukaan Gili cantik ini tidak tenggelam oleh air. Tapi memang ada bagian daratannya yang masih di genangi air laut, dan di tumbuhi oleh rumput-rumput laut yang halus. serta tekstur pasir yang ada dibeberapa sisi memang meninggalkan jejak-jejak air yang cantik. Jadi kemungkinan memang benar Gili ini hanya muncul saat air laut sedang surut.
Sedikit berat untuk mengakhiri liburan kami kali ini. di atas boat kami masih memandangi keindahan gili kapal yang perlahan menjauh. Pandangan mata yang saat itu di dominasi oleh warna biru laut dan langit yang cantik serta daratan kecil dengan pasir putihnya yang indah, seakan berkata, " kembalilah di lain kesempatan". Sangat bersyukur sekali bahwa di daerah ini ada tempat secantik Gili kapal yang masih benar-benar alami dan indah. Saat kembali pulang, kami masing-masing mendapatkan photo (yang menurut kami bagus)
dengan latar belakang air super biru yang fresh dengan kami duduk di
ujung boat (yang kata orang terlihat seperti boat pribadi mahal yang
biasa di pkai orang kaya buat private holiday gitu,lol)...
Well, itu dia sedikit cerita dan photo
untuk trip gue kali ini, dan rencananya gue akan berbagi cerita untuk
stiap trip yang gue lakukan. walau gue bukan traveler sejati yang punya
banyak pengalaman dan sudah pergi ke berbagai tempat ( gue nggak punya
waktu bnyak untuk main karena pekerjaan) tapi setidaknya gue punya
cerita dan info yang bisa gue bagi tentang tempat-tempat oke di tanah
kelahiran gue tercinta, Pulau Lombok. Dan ngga lupa gue ingatkan untuk
selalu menjaga kebersihan dari tempat yang sudah kalian kunjungi. karena
bagaimana pun kita berteriak pada Pemerintah setempat untuk meminta
mereka menjaga objek wisata yang ada, tidak akan berguna jika kita
sendiri tidak bertindak dengan hal-hal kecil seperti tidak meninggalkan
sampah di objek wisata
yang sudah kita kujungi. Kenapa harus meminta jika kita bisa
melakukannya sendiri, itung-itung bantu pemerintah kita untuk menjaga
aset daerah, tidak ada ruginya juga kan,,, ^^
See Yaaaaaa,,,,,,